A Secret Weapon For sabung ayam
A Secret Weapon For sabung ayam
Blog Article
Pada tahun 1981, sempat beredar aturan yang melarang pelaksanaan sabung ayam di Bali. Hanya saja, aturannya terbatas kemudian banyak dilanggar oleh masyarakat Bali.
Menurutnya, di masa lalu ayam menjadi salah satu hewan yang sering diadu sebagai simbol kemeriahan atau kebesaran wajah kekuasaan dari kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara.
Dengan demikian, tujuan silondongan bukan hanya sebagai hiburan. Lebih dari itu, tradisi silondongan bertujuan sebagai sarana untuk mengenang jasa orang Toraja yang ikut berperang dalam peristiwa To Padatindo Tomisa Pangimpi, sebagai sarana pertemuan seluruh keluarga dan pejuang Toraja, serta untuk memberi bantuan dana kepada penyelenggara upacara pemakaman orang berjasa di Toraja.
Ilustrasi Photograph by using Berbagai tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Bali terutama umat Hindu di Bali memang masing-masing memiliki makna tersendiri yang begitu mendalam. Termasuk salah satu tradisi tersebut yaitu upakara banten untuk motor baru .
Biasanya menjelang rahina Tumpek Landep akan ada banyak orang yang membeli kendaraan mobil ataupun motor. Banten Pasupati adalah sarana upacara yang harus dilakukan untuk kendaraan yang baru anda beli. Bagi anda …
Mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan istilah sabung ayam. Bagi anda yang belum mengetahuinya, sabung ayam merupakan permainan dimana dua ekor ayam jantan bertarung dalam satu arena kecil. Jika salah satu ayam keluar arena atau bahkan mati, maka ayam tersebut kalah.
Kira-kira seperti apa sejarah tentang sabung ayam di Indonesia? Atau bahkan itu semua hanyalah mitos belaka? Berikut perjalanan sabung ayam di Indonesia.
The wantilan, a Balinese cockfighting pavilion, and essential temple ritual Cockfighting is really a blood sport involving domesticated roosters as being the combatants. The first documented use with the phrase gamecock, denoting use in the cock as to a "recreation", a Activity, pastime or entertainment, was recorded in 1634,[1] after the expression "cock of the sport" used by George Wilson, during the earliest acknowledged ebook about the sport of cockfighting inside the Commendation of Cocks and Cock preventing in 1607.
Kalau folklore dari masa lalu itu dijadikan sumber rujukan sejarah, maka secara historis pemaknaan hadirnya ayam memiliki arti sebagai kekuatan.
Dalam satu pertandingan laga ayam di Tamil Nadu, India Sabung ayam atau laga ayam adalah merujuk pada satu sukan berdarah di mana dua ekor ayam jantan read more akan diadu di dalam satu arena yang dipanggil bon.
Legenda dengan keajaiban dan pesan-pesan kuno yang tersemat dalam setiap narasinya, telah menyusup ke dalam kekayaan budaya setiap masyarakat. Dari zaman kuno hingga zaman contemporary, cerita-cerita legenda menjadi bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan pijakan penting bagi nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat. Legenda mengajak kita menelusuri kisah-kisah yang memperkaya jiwa dengan makna mendalam.
Percayakah kamu saat ada yang mengatakan keberadaan sabung ayam memiliki sejarah panjang di Indonesia? Mungkin karena itulah alasan munculnya mitos ayam jantan yang lekat pada kebudayaan.
Tajen Branangan merupakan sabung ayam yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan lokasinya sengaja jauh dari kampung sehingga tidak dapat terpantau oleh aparat. Tajen Branangan memiliki unsur perjudian yang kuat dan tidak mendapat izin dari aparat dan aparat desa.
Namun, jika bicara konteks lokalitas Bali, sayangnya Geertz tidak memaparkan perbedaan makna antara sabung ayam dalam bentuk "tetajen" dan "tabuh rah".
Report this page